Kepala Desa Nganti Kecamatan Ngraho Diduga Tilap Uang Pembuatan Sertifikat Warganya

Bojonegoro,esorot.com-Mulyono Kepala Desa Nganti Kecamatan Ngraho diduga tilap uang pembuatan sertifikat warganya, bahkan setiap warga ditarik Rp 3 jt per sertifikat pada tahun 2015, yang bukan program PTSL.

Tapi sampai detik ini belum ada kejelasan terkait sertifikat tersebut, malah santer terdengar bahwa pemohon pengurusan sertifikat tersebut diikutkan program PTSL yang nilainya sudah tercantum di Perbub No. 53 tahun 2017 yaitu Rp 150 ribu.

Salah satu pemohon yang tidak mau disebut namanya menuturkan “dulu saya sudah pernah titip uang Rp 3 jt kepada Pak Kades Nganti, tapi sampai saat ini saya belum menerima kejelasan tentang pembuatan sertifikat tersebut”,ujarnya

“Bahkan sampai detik ini belum ada pengukuran terhadap tanah yang akan saya sertifikatkan dan saat pengajuan itu belum ada program PTSL seperti sekarang mas, jadi saya juga ingin tau kejelasan uang saya dan sampai saat ini belum ada pengembalian uang yang saya setorkan”, Tambahnya.

Saat dimintai keterangan oleh awak media Kepala Desa Nganti membenarkan bahwasannya telah menerima uang dari sejumlah pemohon pembuatan sertifikat tanah yang bukan PTSL tersebut sebesar Rp 3 juta.

“Untuk pemohon Sertifikat yang bukan Progam PTSL, uang tersebut saya serahkan ke Notaris, tapi saya siap mengembalikan dan bertanggung jawab”, tuturnya.

“Para pemohon sertifikat yang bukan program PTSL, juga saya masukan kedalam program PTSL dan saya juga akan berkoordinasi ke warga untuk pengembalian Uang tersebut”, jelasnya.(imshollin/red)