Kontraktor Atau Kontraktekor

Oleh,Pimred esorot.com

Ada pemandangan yang cukup menggelikan pada Hari Selasa (08/01/2018) siang kemarin di depan kantor pemkab Bojonegoro,bayangkan coba, biasanya demonstrasi itu dilakukan oleh aktivis kampus atau ormas atau kaum buruh, Kali ini demonatrasi diinisiasi oleh kontraktor dan lembaga profit semacam CV atau PT.

Dalam kamus KBBI ; kontraktor sinonim dari pemborong atau lembaga yang disewa untuk tujuan pembangunan, singkatnya begitu.

Jenis manusia yang disebut kontraktor adalah punya modal untuk disewa tenaga dan modalnya untuk mengerjakan proyek tertentu.

Dalam teori sosial, Karl Marx mengakategorikan manusia menjadi dua kelas yaitu kelas borjuis dan kelas proletar. Kaum borjuis adalah mereka mempunyai modal dan kekayaan, sedangkan kaum proletar adalah para buruh dan pekerja.

Dalam pandangan saya kontraktor itu masuk dalam kategori kelas borjuis (pemodal/kaya).
Asumsi saya, ketika mendengar kata kontraktor, maka idiomnya pasti mereka kaya dan bermodal.

Nah, asumsi itu sekarang berbanding terbalik dengan pemandangan di depan kantor Pemkab Bojonegoro, yaitu para kontraktor yang berdemo menuntut hak mereka yang belum terpenuhi.
Terlepas dari masalah yang muncul, analisa kami bahwa kedua belah pihak akan sangat rugi, setidaknya ada dua pandangan kami ;

Pertama, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro harusnya mencegah demonstrasi itu terjadi dengan melakukan diskursus terkait masalah, ketika problem “gagal bayar” diketahui publik, maka akan muncul stigma bahwa Pemerintah telah melakukan pelanggaran dengan tidak memenuhi kewajiban kepada kontraktor.

Selain itu Pemerintah juga bisa di nilai gagal dalam mengelola sistem terutama di dinas Pekerjaan Umum.
Kedua, kontraktor dalam dikotomi masyarakat adalah kaum borjuis (bermodal) telah melakukan aksi jalanan yang biasanya dilakukan oleh kaum butuh atau aktivis kampus. Akan ada perubahan stigma (marwah) di kalangan masyarakat yaitu dulunya kontraktor adalah mereka “bermartabat”, kini tak ubahnya seperti buruh kurang perhatian.

Sebagian orang akan akan mengatakan yang demo ini siapa? Apakah KONTRAKTOR atau KONTRAKTEKOR?

Menurut pandangan saya Kontraktor harusnya lebih detail mengahadapi problema pembayaran dengan cara melakukan audiensi dengan pemerintah atau melalui jalur hukum, duduk bersama dalam rangka menyelamatkan marwah dan martabat sebagai kontraktor.