Ujian Berbasis Online, Kemajuan Atau Ancaman

Pada era sekarang yang secara umum dikenal dengan sebutan era milenial, kemajuan peradaban sangat berkembang pesat. Mulai dari sosial, ekonomi, begitu juga pendidikan.

Sebagai salah satu contoh dalam perkembangan pendidikan yaitu proses ujian berbasis online. Yang dimaksud di sini yaitu ujian dengan cara online menggunakan handphone. Yang kita semua tahu sebelumnya, ujian berbasis tulis menulis.

Hal yang akhir-akhir ini menjadi sebuah perbincangan menarik. Apakah ujian berbasis online ini menjadi sebuah kemajuan ataukah ancaman untuk pendidikan? Sangatlah Perlu kita kaji lebih rinci lagi.

Untuk sekolah perkotaan tentunya ini sangat searah dengan kemajuan perekonomianya. Hampir semua siswa mempunyai handphone dengan tipe model terbaru. Namun, sangat berbanding terbalik dengan sekolah yang berada di pedesaan. Tidak semua siswa sekolah desa mempunyai handphone, apalagi siswa tingkat sekolah dasar. Adanya program ini tentunya wali siswa dengan cara apapun akan membelikan handphon demi si anak bisa mengikuti ujian.

Kita semua tahu bagaimana kondisi masyarakat desa yang sehari-hari mayoritas sebagai petani. Pertanyaanya, Memberatkan ataukah meringankan? Jawabanya hampir jelas. Ini pasti akan membawa dampak buruk bagi siswa sekolah desa.

Jika kita tarik benang merah dari masalah ini, pastinya berhubungan dengan kebijakan pemerintah, pantaslah menaruh su’udzon dari program tersebut. Hal ini bisa disebut dengan sistem berantai. Adanya pembangunan industri maka diciptakanya calon-calon konsumen. Salah satunya lewat program pendidikan. Dengan dasar pendidikan itu sangat penting bagi kehidupan, maka apapun akan dilakukan oleh wali siswa agar anaknya bisa belajar sesuai aturan yang ada.

Alangkah lebih baik jika memang program ini dijalankan, maka pertimbangan kondisi juga harus sesuai. Mulai dari ekonomi, pemahaman IT, sarana dan prasarana yang ada disemua sekolah. Karena tidak menutup kemungkinan hal ini yang mempunyai tujuan awal akan menujang pendidikan lebih baik, malah menjadi ancaman untuk pendidikan itu sendiri.

Penulis: Danil