Sambang Desa,Bupati Bojonegoro Serap Aspirasi Masyarakat

Bojonegoro- Dalam era demokrasi ini kebebasan berpendapat dijamin oleh Undang-Undang. Dimana masyarakat bebas dalam mengemukakan kritik dan sarannya kepada pemerintah untuk meningkatkan daerahnya, namun harus sesuai aturan.

Untuk menyerap aspirasi masyarakat Bupati Bojonegoro mengadakan Sambang Desa, yang mana Pemkab ingin mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat dengan mendatanginya langsung.

Acara yang diselenggarakan di Desa Sumberagung Kecamatan Kepohbaru (19/3) ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro beserta jajaran Kepala OPD, Camat Kepohbaru beserta Forpimca, Kepala desa dan juga oerangkat desa Sumberagung beserta masyarakat sekitar.

Camat Kepohbaru Gunadi menyampaikan bahwa ini merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat, karena bupati Bojonegoro turun langsung untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Sehingga kesempatan ini perlu digunakan dengan baik oleh masyarakat kecamatan Kepohbaru pada umumnya dan masyarakat desa Sumberagung pada khususnya untuk menyampaikan aspirasi dan unek-uneknya.

“Apa yang menjadi keluhan dari masyarakat bisa disampaikan langsung kepada Bupati Bojonegoro dan juga kepala OPD yang bersangkutan. Sehingga bisa segera diambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada”ucap Gunadi Camat Kepohbaru.

Kepala Dinas Pertanian Akhmad Djupari menyampaikan bahwa pemkab Bojonegoro memiliki Asuransi Usaha Tani Padi yang mana dulu petani membayar premi sendiri, sekarang dibayar oleh Pemda melalui APBD.

Asuransi ini untuk mengkaver sawah yang gagal panen atau mengalami kerusakan sebanyak 75% akan mendapatkan ganti rugi sebanyak 6jt/hektar. Kedepan juga akan diusulkan untuk bisa asuransi Tembakau, Jagung, serta Bawang. Selain itu ada juga pemberdayaan petani melalui sekolah tani. Hal ini didasari semakin berkurangnya petani muda.

“Setiap desa mengalokasikan lahan sawan seluas 1 hektar yang biaya operasionalnya dibiayayi pemerintah seperti benih dan pupuk. Namun nanti hasilnya bisa diambil sendiri”kata Djupari.

Baca juga  Komisi A DPRD Bojonegoro Rapat Supervisi Dengan Panitia Pengisian Perades di Kecamatan Sumberejo

Selain itu masyarakat juga harus melihat musim dimana hal tersebut juga mempengaruhi jimlah ketersediaan air. Bila menanam dimusim yang salah akan berakibat pada tanaman yang tidak berkembang dan nantinya akan mati, yang mana hal tersebut akan mengakibatkan kerugian”tambahnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Nur Sujito menyampaikan bahwa bupati Bojonegoro memberi target 3 tahun pembangunan infrastruktur harus selesai, mulai dari Jalan, Jembatan dan Penerangan Jalan Umum.

Mulai tahun ini pemkab akan melakukan pembangunan Infrastruktur jalan. Dimana jalan yang sudah rusak akan diperbaiki. Apabila ada jalan desa yang ingin pembangunannya dibantu oleh pemkab harus mengajukan Bantuan Keuangan Desa. Yang mana pengajuannya harus detail.

“Untuk Kepohbaru akan dilaksanakan perbaikan jalan dari sroyo-linggo dimana akan kita Rigid sepanjang 4,5 km, drokilo-kepoh sepanjang 2km perbaikan jalan, Nglinggo-kepoh sepanjang 2 km perbaikan”ungkapnya.

Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Edi Susanto menyampaikan bahwa irigasi merupakan hal penting baik untuk kehidupan maupun bagi pertanian. Sehingga perlu ada perhatian agar ketersedian air bisa tetap berlangsung. Dalam hal ini dinas PUSDA juga menangani masalah irigasi, sehingga air meliki saluran agar air bisa mengalir.

Dinas PUSDA juga akan melakukan perbaikan kepada saluran yang mengalami penyumbatan. Selain itu juga pembangunan jaringan irigasi baru.

Dirut PDAM Sukahana menyampaikan bahwa untuk kepohbaru belum terlayani sepenuhnya. Nanti kita akan melakukan survei ringkat ketertarikan masyarakat akan PDAM.

Nanti jika banyak masyarakat yang berminat kita akan membikin saluran air menuju kepohbaru. Namun karena menuju kepohbaru melewati rel kereta api kita harus mendapatkan ijin dulu dari pusat untuk membuat saluran yang menuju kepoh. Jika dikepoh ada sumber air yang memadahi kita akan membuatkannya.

Baca juga  Pemkab Bojonegoro Raih 3 Penghargaan di Ajang Top Digital Awards 2020

Bupati Bojoegoro Anna Mu’awanah menyampaikan bahwa pemkab menyakini tahun 2021 jalan inti bisa tuntas semuanya. Setelah permasalahan infrastruktur jalan rampung pemkab akan fokus pada masalah air, yang mana bila musim penghujan mengalami banjir dan pada musim kemarau mengalami kekeringan.

Sehingga kedepan kita akan memberikan perhatian lebih kepada pembangunan saluran sungai agar air yang melewati Bojonegoro bisa mengalir dengan lancar. Selain itu perlu kerjasama dari masyarakat Bojonegoro agar tidak membuang sampah di sungai. Karena samapah disungai bisa menyumbat saluran air yang mengakibatkan banjir.

Pemkab juga melakukan kerjasama anatar daerah dengan adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan desa Luwihhaji Bojonegoro ke desa Medalem Blora. Yang mana nanti hal tersebut bisa meningkatkan perekonomian Kabupaten Bojonegoro bagian Selatan.

Selain itu ada juga usulan warga kanor yang ingin dibangun jembatan yang menghubungkan ke Rengel kabupaten Tuban, namun hal tersebut harus mendapat ijin dari Provinsi.

“Karena orientasi pembangunan kita adalah pembangunan kawasan secara bersama. Sehingga nanti semua daerah di Bojonegori bisa maju secara bersama-sama”Pungkasnya.(red)