Spanduk/Banner Bertuliskan Penolakan Pilkades Bersebaran di Desa Pomahan,Boureno,Bojonegoro

Bojonegoro-Masyarakat Desa Pomahan kecamatan Boureno Kabupaten Bojonegoro yang tergabung dalam Gerakan Pomahan Peduli Keadilan menolak Pelaksanaan Pilkades yang akan dilaksakan di Desa Pomahan pada bulan juni mendatang.

Penolakan tersebut terlihat tampak pada Banner yang di pasang di beberapa tempat dan bertuliskan “MASYARAKAT DESA POMAHAN MENOLAK KERAS PILKADES TAHAP II PADA 26 JUNI TAHUN 2019 KARENA TIDAK SESUAI ATURAN SEMESTINYA”.

Aksi penolakan masyarakat ini setelah adanya upaya penghambatan salah satu bakal calon Kades dalam pengurusan admistrasi hingga di tolak panitia karena dianggap sudah melewati waktu yang ditentukan oleh panitia pilkades.

Aksi ini akan terus di gerakkan oleh masyarakat apabila Panitia Pilkades tetap akan melaksakan Pilkades tahun 2019 karena dianggap tahapan Pilkades di Desa Pomahan tidak sesuai ketentuan yang ada.

Ungkapan ini dilontarkan Saifudin salah satu warga Desa Pomahan saat ditemui di kediamannya pada(22/19).

Saifudin menambahkan aksi ini bentuk penolakan dari masyarakat supaya Pilkades di Desa Pomahan tetap diundur pada tahun 2020,Karena dirasa mekanisme dan pembentukan panitia baru setelah seluruh panitia Pilkades lama mundur sudah tidak sesuai ketentuan yang ada.

“Upaya kami tetap mengawal hasil dari Komisi A DPRD Bojonegoro dan pihak ekskutif,namun kami tetap akan menolak pelaksanaan Pilkades tahun ini”ungkapnya.

Perlu diketahui Panitia Pilkades Pomahan sudah mendapatkan dua bakal calon Kepala Desa yakni Kades incumbent Khoiruliswati dan suaminya Imam Mawardi, yang sebelumnya juga dua kali menjadi Kades incambent Desa Pomahan. (Red)