Politisi Partai Gerindra Anam Warsito Prihatin DAK SMK/SMA di Bojonegoro Tak Kunjung Cair

Bojonegoro- Tidak cairnya bantuan (DAK ) Dana Alokasi Khusus pendidikan untuk siswa SMK/SMA klas 3 dikabupaten Bojonegoro menjadi keprihatinan terkait dunia pendidikan yang selama ini digembar gemborkan bahwa pendidikan menjadi prioritas program pemerintah pusat maupun Daerah.

Anam Warsito Politisi Partai Gerindra (13/6/19) mengatakan saya prihatin mereka yang sudah lulus kelas 3 ini tidak bisa menerima bantuan program DAK pendidikan yang sebesar Rp2.000.000 /siswa yang tidak dicairkan oleh Pemkab Bojonegoro.

kita punya uang APBD sebesar 4,7 triliun namun dalam kenyataannya hingga bulan juni 2019 penyerapan hanya 15% ,logikanya kalau penyerapan anggaran seperti itu Apa yang akan terjadi , penumpukan anggaran atau gagal melaksanakan sejumlah kegiatan nanti akan gagal bayar

Bantuam DAK Pendidikan ini bukan program baru ini adalah program yang lama yang sudah berjalan 3 tahun yang lalu tinggal melanjutkan saja, kenapa kok proses penyalurannya sampai ada kendala seperti ini.

proses pencarian bantuan DAK ini tanggung jawab OPD dalam tanda kutip Pemerintah Daerah, saya prihatin dan kasihan pada masyarakat Bojonegoro yang tidak menerima Bantuan DAK Pendidikan.

Dana DAK SMA dan SMK sudah dianggarkan di APBD 2019 induk tahun ini, dan pihak banggar DPRD dan tim anggaran sepakat sudah memasang dan sudah menjadi Perda tentang APBD tahun 2019.

“Kalau sampai saat ini angaran DAK kok belum cair maka kitidakmapuan pihak eksekutif untuk melaksakan program kerja atau kegiatan pembangunan yang di sepakati oleh Angota Dewan, kami selaku anggota dewan sangat prihatin karena serapan anggaran sangat rendah” ucap Anam Warsito.

“Ini terbukti etos kerja Pemkab Bojonegoro dan kemampuan untuk melaksanakan program sangat rendah” pungkas Anam. (Red)