Daru Fadilah: Bersama Mewujudkan Perubahan Menjadi Masyarakat Lebih Produktif

BOJONEGORO – Pemilihan Kepala desa serentak Gelombang ke II Kabupaten Bojonegoro 2019 yang diikuti 154 desa yang tersebar di 27 Kecamatan itu, bakal digelar Rabu (26/6/2019) mendatang.

Salah satu desa yang bakal mengikuti pesta demokrasi tersebut adalah Desa Tanggir, Kecamatan Malo, Bojonegoro.

Calon kepala desa yang bakal turut berlaga di Pilkades Tanggir adalah Daru Fadilah (27) dengan nomor urut 1.

Niat baik dan tulus Daru Fadilah mencalonkan diri sebagai Kepala desa Tanggir adalah sesuai visi dan misinya yang disampaikan dalam kampanye umum, yang digelar Kamis (20/6/2019).

Adapun visi Darul Fadillah adalah untuk menuju desa yang kreatif berwawasan lingkungan dengan menggali potensi desa berdasarkan sumber daya manusia (SDM) yang bertumpu pada potensi insani.

Sedangkan, misi yang disampaikan adalahh untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan hubungan vertikal dan horizontal, guna membangkitkan semangat gotong royong, mendorong peningkatan pendapatan dan membangun sarana fasilitas yang berwawasan lingkungan.

Calon kades termuda di Malo itu, bakal merealisasikan visi dan misinya jika dipercaya oleh warga Desa Tanggir untuk memimpin Desa Tanggir periode 2019 -2025 mendatang.

“Bagi Karang taruna, saya akan berikan ruang bagi mereka agar bisa mengatur, menyusun dan menggali potensi desa sebab mereka adalah generasi yang bakal meneima estafet kepemimpinan yang ada di Desa Tanggir ini,” ungkap Daru Fadilah, serius.

Masih menurut Daru Fadillah, tentang penggarapan tanah bengkok kepala desa akan difokuskan untuk masyarakat yang tak memiliki lahan atau garapan. Masyarakat yang tak memiliki lahan secara bergantian akan diberikan garapan tersebut.

“Saya juga akan melaksanakan pembangunan secara transparan sehingga masyarakat bisa mengawasi kegiatan pembangunan tersebut,” ujarnya.

Tak hanya itu, Daru Fadillah, juga akan memaksimalkan program pemerintah yang berkaitan dengan program sertipikat tanah yang diatur dalam Program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap).

“Ambulans desa sebagai upaya untuk membantu masyarakat dalam upaya menyiapkan transportasi bagi warga yang sedang sakit, Juga akan membentuk rukun kematian untuk membantu warga yang ditinggal keluarganya meninggal dunia,” ungkapnya.

“Yang tak kalah pentingnya, pembangunan infrastruktur desa akan diprioritaskan, baik pembangunan jalan, jembatan, drainase serta pembangunan lainnya,” pungkasnya.

**(Teg/Red).