Sebanyak 82 Tenaga Medis Ikuti Pelatihan PPGDON Yang Diadakan BKPP Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro- Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan tenaga medis, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Badan Pengembangan SDM Jawa Timur mengadakan Diklat Penanganan Pertama Gawat Darurat Obstetrik Dan Neonatus (PPGDON) Angkatan I dan II Tahun 2019.

Acara dilaksanakan di gedung Pemkab lama Bojonegoro, Lantai 2 ruang Angling Dharmo pada Senin (24/06). PPGDON angkatan I dan II ini akan dilaksanakan pada tanggal 24 – 29 Juni dan bertempat di Aula BKPP Kabupaten Bojonegoro serta di Dander Resort.

Pelatihan nantinya akan diikuti oleh 82 bidan PNS lingkup Pemkab yang masing – masing angkatan berjumlah 41 peserta.

Pembukaan PPGDON ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Badan Pengembangan SDM Jawa Timur, BKPP Kabupaten Bojonegoro, Kepala RSUD. Padangan, Kepala RSUD. Sumberrejo dan Kepala RSUD. Sosodoro Djatikoesoemo. Dalam laporannya, Djoko Lukito selaku Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menyampaikan maksud dan tujuan diklat, yaitu:

1. Meningkatkan keahlian, ketrampilan, pengetahuan dan sikap bagi Bidan PNS, sehingga dapat melaksanakan tugas secara profesional,

2. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat kesatuan dan persatuan bangsa,

3. Meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dalam pelayanan kesehatan dasar,

4. Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan kehamilan dengan resiko tinggi.

Acara dibuka oleh Bupati Bojonegoro sekaligus menyampaikan sambutan untuk acara PPGDON 2019.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah meminta kepada BKPP untuk memberikan skor penilaian kepada tiap angkatan dengan rentang nilai 1 – 10. Nilai ini digunakan untuk menilai keseriusan dan prestasi yang dicapai oleh peserta.

“Kita harus memberikan reward bagi peserta yang bersungguh-sungguh untuk menjadi tenaga keprofesionalan.”, Ungkap Bupati Bojonegoro dalam sambutannya.

“Sebagai tenaga medis dan para medis, tenaga di atas tenaga, integritas saudara-saudari semua sangat penting dan dipertanggung jawabkan. Semoga dengan ini, pekerjaan lebih efisien dan efektif dalam penanganan AKI, AKB dan kehamilan dengan resiko tinggi” sambung Bupati bojonegoro.

Diakhir acara, Bupati Bojonegoro juga menyematkan pita sebagai simbolis diklat PPGDON akan dimulai.(red)