Diduga Dipersulit,Ketua BPD Terpilih Sesalkan Kinerja Pemdes Kanor,Bojonegoro

Bojonegoro- Hampir dua bulan ini, terhitung sejak 16 Mei 2019 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kanor Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro belum terima stempel BPD.

Seperti dituturkan Yahya tulus margiyanto, SH.(11/07) Ketua BPD terlantik, karena pihaknya belum terima stempel dari Pemerintah Desa, maka pada tgl 13 Juni 2019 ketua BPD mengirimkan surat laporan kepada Bupati Bojonegoro terkait Stempel BPD yang belum diserahkan pemerintah Desa Kanor, padahal anggota BPD sebentar lagi akan di hadapkan dengan pembentukan panitia pemilihan kepala desa tahun 2020.

“Sampai saat ini kami belum pegang stempel, apa yang jadi acuan kinerja kami selaku BPD?” , Ungkapnya.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa Romelah Kepala Desa Kanor tidak menyerahkan Stempel BPD dikarenakan Ketua BPD(Yahya tulus margiyanto.SH) masih berstatus aktif dan belum resign dari kepengurusan partai politik.

“Bu Ela (Romelah/Kades*red) bersikukuh menuding saya masih aktif di parpol” tutur Yahya tulus margiyanto.SH

Hal ini disinyalir ada indikasi bahwa pihak Pemdes dalam hal ini kepala Desa ada upaya mempersulit BPD untuk melaksanakan kinerjanya.
Kepala desa tidak mempunyai kewenangan mengatur BPD,dan kepala desa tidak mempunyai hak untuk membawa Stempel BPD dan diduga di sinyalir kepala desa sudah melanggar larangan kepala desa. pasal 29 huruf C UU RI NO 6 TAHUN 2014 tentang Desa.

“Ini sangat menyulitkan bagi kami melaksanakan tugas kami sebagia BPD”, Pungkas Yahya tulus margiyanto.SH

Sementara Kepala Desa Kanor, sampai berita ini diturunkan belum bisa ditemui, bahkan saat dihubungi via telepon beberapa kali tidak diangkat guna dimintai keterangan terkait hal ini.

Dilain pihak Camat kanor M.Makhfud.S. Sos membenarkan adanya kejadian tersebut,Ia pun mendapat perintah dari Bupati Bojonegoro untuk mediasi kedua belah pihak khususnya kepada kepala Desa kanor untuk segera
memberikan stempel pada ketua BPD.(red)