Ini Penjelasan Kades Balongrejo,Sugihwaras Soal Polemik BLT Dari Dana Desa

Ini Penjelasan Kades Balongrejo,Sugihwaras Soal Polemik BLT Dari Dana Desa

Bojonegoro – kabar terkait dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari anggran DD (Dana Desa) untuk warga yang terdampak Covid-19. dan yang tidak mendapatkan bantuan dari program  PKH atau lainnya, yang dilakukan oleh RW atas perintah salah satu Kasun Desa Balongrejo, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro ternyata hanya sebuah rencana awal yang akan dibelikan sembako untuk dibagikan rata ke warga, dengan pasal banyak warga lainnya menggeluh yang tidak menerima bantuan tersebut.

Kepala Desa Balongrejo, Suyatno Kepada Media ini menjelaskan bahwa Memang bahwa tidak ada pemotongan ataupun penarikan dana BLT dari anggaran DD yang dibagikan kepada warga penerima senilai Rp 600 ribu, karena pasalnya bahwa hal tersebut adalah aturan yang memang dari kementrian Sosial RI, bahwa bantuan BLT dari anggran dana desa DD, ini sudah sesuai peruntukkan dan diberikan kepada warga yang berhak menerima sesuai aturan yang ditentukan.

“Memang rencana awal akan ada pemerataan hal tersebut adalah sesuai kesepakatan masyarakat penerima, akan tetapi ada yang tidak setuju, kemudian kami tetap bagikan sesuai mekanisme yang ada” Kata Suyatno, Rabu (13/5/2020) saat memberikan klarifikasi soal Penerimaan BLT DD yang dikabarkan ada pemerataan tersebut.

Disampaikan Pula bahwa Kasun Balongboto, Anang menjelaskan kesepakatan warga yang memang rela untuk berbagi Dana BLT DD tersebut, di RT 16 hingga RT 21 di RW 07, namun karena ada aturan dari Peraturan Kementrian Sosial RI, sehingga diadakan koordinasi kembali dengan dibantu oleh Kepala Desa Balongrejo dan menyepakati agar BLT DD diterimakan kepada penerimanya yang berhak sesuai data.

Sehingga ditegaskan oleh kades Balongrejo, Suyatno bahwa tidak ada penarikan kembali atau pemotongan BLT DD dari warga penerima untuk di belikan Sembako dan dibagikan rata kepada warga yang lain yang tidak menerima Program BLT DD.

“Itu hanya rencana namun sudah menjadi kabar dan informasinya diterima orang banyak sehingga terjadi mis komunikasi di masyarakat,” Terang Suyatno.

Sementara Kasun Balongboto, Anang membenarkan apa yang disampaikan Kadesnya bahwa memang rencana awal demikian namun ketika dikomunikasikan dengan pihak kepala Desa bahwa hal tersebut memang tidak diperbolehkan, karena penerima BLT DD ini adalah mereka yang tidak menerima program pemerintah seperti PKH atau BST.

“Jadi semua uang senilai Rp 600 ribu tetap diserahkan kepada penerimanya sesuai aturan yang ada,” Ucap Kasun Anang.

Pemdes Balongrejo sangat berharap dengan adanya Bantuan pemerintah berupa BLT DD ditengah Pandemi Covid 19 ini dapat membantu dan meringankan beban ekonomi warga yang kurang mampu di Desanya, “Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa digunakan dan dimanfaatkan sebaik baiknya oleh warga penerima, Pungkas Kades Balongrejo suyatno.(red).

COMMENTS

Pasang-Iklan | Pedoman Media Cyber | Redaksi | Tentang