Dana Bumdes Bina Karya Mulya di Desa Palembon, Kanor diduga Dibuat Bancaan Oknum Perangkat Desa

Dana Bumdes Bina Karya Mulya di Desa Palembon, Kanor diduga Dibuat Bancaan Oknum Perangkat Desa

Bojonegoro- Sejak tahun 2013  dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Karya Mulya di Desa Palembon Kecamtan Kanor raib bak ditelan bumi. Menjadi pertanyaan siapa yang bermain?.

Muslih yang menjabat Ketua Bumdes Bina Karya Mulya pada tahun 2013- 2019 Desa Palembon saat di temui ( 11/6) mengakui bahwa keberadaan dana BUMDes di Desanya sejak Tahun 2013 lalu, sampai sekarang anggaran tersebut macet di beberapa masyarakat termasuk perangkat desa dan juga di anggota BPD.

Muslih menjelaskan pada saat itu memang uang senilai RP 105 juta sejak awal sudah macet dan semua ada bukti kwitansi dan siap dipertangung jawabkan.

” Uang tersebut betul- betul di masyarakat bahkan di pejabat desa yang sampai saat ini masih macet” Terangnya.

Muslih menambahkan saat ini sudah reOrganisasi pengurus dan sudah kami serahkan ke pengurus baru secara administrasi.

Hal inilah yang menjadi pertanyaan, siapa yang bermain? Padahal yang sedianya dana Bumdes tersebut untuk mensejahterakan masyarakat di Desa.

Berbeda apa yang disampaikan Kolikhul Huda Kades Palembon saat ditemui di kantor Balai Desa,(11/6),Ia menerangkan bahwa dana BUMDes sampai saat ini masih simpang siur, padahal sudah berjalan lama dan juga sudah pernah re organisasi pengurus,namun laporannya masih belum tertib.

Ia menyayangkan pada saat kurang dua hari saja saat masa transisi kepemimpinan pada saat itu malah melakukan re organisasi pengurus Bumdes, lebih- lebih saat ini Ketua Bumdes di jabat anaknya sendiri.

“Seyogyanya BUMDes untuk meringankan beban masyarakat, tapi kenyataan nol besar,” tegas dia.

Untuk diketahui, lanjut dia, bahwa dana BUMDES itu sudah diangarkan pada awalnya sebesar Rp 105 juta sesuai laporannya dengan bidang usaha simpan pinjam, namun usaha itu tidak berjalan tanpa sebab musabab alias macet dan seakan tidak jelas uang tersebut.

Kholikul Huda Kades Palembon menerangkan pihaknya kemarin menyuruh pengurus Bumdes untuk membuat surat tagihan kepada peminjam agar secepatnya dikembalikan mengingat dana tersebut harus dipertanggung jawabkan.

Selain itu Dana Bumdes untuk kegiatan Lumbung desa juga tidak berkembang dari  modal awal RP 37 juta hingga saat ini masih sisa RP 11 juta, namun uang tersebut juga tidak jelas kemana rimbanya” Keluh Kades.(red).

COMMENTS

Pasang-Iklan | Pedoman Media Cyber | Redaksi | Tentang