Menjaga Nilai Luhur Musim Tandur, Kades Mojodelik Gayam libatkan 500 Orang Dengan Iringan Gamelan Jawa

Menjaga Nilai Luhur Musim Tandur, Kades Mojodelik Gayam libatkan 500 Orang Dengan Iringan Gamelan Jawa

Bojonegoro- Dalam rangka Menjaga Nilai Luhur Budaya Bangsa, Dimusim tanam,(Tandur). Kepala Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro dengan melibatkan 500 orang dengan iringan gamelan adat budaya Jawa, Pada (14 /1/2021).

Desa Mojodelik, Ditengah masa-masa tumbuhnya gerusan modernisasi yang kiranya semakin masif, ternyata ada pula yang masih mempunyai Rasa, Jiwa untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur adat budaya Leluhur bangsa kita. Hal tersebut juga telah dibuktikan dalam mewujudkan nilai-nilai luhur adat budaya bangsa ini.

Hj.Yuntik Rahayu Kepala Desa Mojodelik menyampaikan, kami selaku aparatur di Pemerintahan Desa, yang juga sebagai orang Jawa dengan dibarengi Jiwa dan Rasa kami serta pribadi, insyallah tidak akan pernah lupa bahkan sampai meninggalkan adat budaya leluhur bangsa kami, agar dapatnya memberikan suatu gambaran serta contoh bagi generasi mendatang, supaya generasi berikutnya setelah saya tidak lupa akan semangat untuk tetap bisa menjaga adat budaya leluhur nenek moyangnya.

Memang apabila dilihat dan mungkin didalam pikiran orang yang tidak bisa memahami hal tersebut terkesan jadul, kuno dan sebagainya akan tetapi beginilah cara kami dalam menghormati nilai-nilai keluhuran adat budaya leluhur kami” Begitu yang diucapkan wanita tangguh Kades Mojodelik yang juga sebagai pengusaha sukses itu mengawali dalam pembicaraannya.

Lanjutnya, Hari ini perlu diketahui telah kami hadirkan ada kurang lebih 500 yang notabenya para ibu- ibu warga Desa Mojodelik yang ikut serta berperan dalam gerakan tanam / tandur padi dibumi Pertiwi perdikan Desa Mojodelik.

“Wargapun teryata sangatlah antusias sekali dalam rangka hal tersebut, sayapun merasa senang melihat warga saya yang nota bene tetap ikut berperan dalam nguri-wuri adat budaya leluhurnya, rasa senang, bahagia ikut serta terlibat dalam menjunjung tinggi keluhuran adat budaya leluhur nenek moyangnya” Ungkapnya.

Yuntik Menambahakan, Dengan terdengar suara iringan gamelan Jawa yg merdu dan sahdu, semakin terasa betapa indah, Adem, ayem tentrem nilai-nilai kearifanya. ” Masa, Jaman seiring berjalanya sebuah waktu boleh canggih ataupun modern, akan tetapi rasa empati untuk menanamkan nilai-nilai luhur adat budaya bangsa, saya lebih memilih juga melibatkan banyak warga saya apabila setiap kali musim nandur / tandur seperti ini sebagai wujud nguri wuri peninggalan leluhur” Ucapnya.

Baca juga  Di Rasa Kinerjanya Kurang Efektif Sekdes Bakalan Di Berhentikan Kepala Desa
Baca juga  Biaya Besar, Pekerjaan Pengurukan Lapangan Sepak Bola Desa Mlaten Kalitidu Diduga Asal- Asalan

Maaf, mungkin Saya tidak akan mau memakai yang menggunakan mesin- mesin tanam, saya lebih menginginkan warga saya juga ikut menikmati dan turut serta menjaga budayanya sendiri dalam sistem tandur /nandur, Saya akan terus upayakan dan menjaganya agar hal ini tidak terlupakan dan apalagi sampai tergerus oleh perkembangan jaman” Tambahnya.

Mojodelik adalah suatu desa dengan sumber daya alamnya yang sangatlah melimpah ruah, juga adanya sumber minyak dan gas bumi yang selama ini masih dikerjakan oleh Exxon Mobil Cepu Limited.

Kepala Desa Perempuan ini menjelaskan, Pembangunan yang telah terwujud yang sudah berjalan selama ini sangatlah dirasakan oleh masyarakat setempat, Desa mojodelik semakin maju, indah gayeng dan berkepribadian.

Kami dalam hal ini pemdes desa, Mojodelik, sangatlah terbuka dan membuka diri selebar- lebarnya atas segalanya sebuah ide dan gagasan dari manapun itu, asal dengan tujuanya membangun desa dan tetap menjaga peradaban yang ada tentunya, begitu yang telah disampaikan oleh Yuntik selaku Kades Mojodelik disela-sela dalam menutup pembicaraan.

Terpisah Yayuk L. Munir warga setempat mengapriasiasi Kiprah Kepala Desa Mojodelik, Beliau itu adalah merupakan sebuah ikon bumi minyak Dan kebanggaan kami warga desa Mojodelik, beliau pula yang telah mewujudkan dalam menciptakan Destinasi Wisata “PUTHUK KREWENG” yang sudah banyak dikenal hingga sampai keluar Daerah. (Kin/red).

COMMENTS

Pasang-Iklan | Pedoman Media Cyber | Redaksi | Tentang