Konflik Dualisme Pengurusan Pasar Hewan Desa Banjarjo Padangan Berujung Pelaporan ke Polres Bojonegoro

Konflik Dualisme Pengurusan Pasar Hewan Desa Banjarjo Padangan Berujung Pelaporan ke Polres Bojonegoro

Bojonegoro,- Konflik dualisme kepengurusan pasar Hewan Desa Banjarejo, Padangan , Bojonegoro kian memanas dan berujung pelaporan ke pihak berwajib (Polres Bojonegoro).

Adanya pelaporan tersebut , Subakir selaku kepala pasar menuturkan tentang kronologi adanya Pelaporan terhadap Kades Banjarejo Kepada Polres Bojonegoro, pada hari Kamis, tanggal 14 Januari 2021, Terkait dugaan pemberhentian SK Kepala Pasar yang masih berlaku 14 bulan kedepan.

“Saya mencari kejelasan hukum yang berlaku atas pemberhentian ini, karena SK masih 14 bulan kedepan kok di berhentikan sepihak oleh Kades ”Tutur Subakir.

Subakir sebagai pihak pelapor dan sekaligus kepala pasar wage sesuai perdes SK no 141/15//KEP/412.51.15/009/2020 Banjarejo diduga merasa dirugikan oleh pihak Kades Banjarejo karena di berhentikan secara sepihak dan mengangkat kepala pasar yang baru tanpa melalui Musdes yang jelas.

Subakir menjelaskan, Saat itu pada tanggal 28 Maret 2020, saya menerima penugasan sebagai kepala pasar ,
Tapi begitu mau masuk karena, hari pasaran hewan, ternyata hari masuk yg ditentukan bersamaan dengan berlakunya PSBB disebabkan Masa Pandemi covid-19 yang akhirnya terjadi fasilitas umum, pasar, dll ditutup sementara tanpa batas waktu yg ditentukan.

Selanjutnya pada tanggal 12 juni 2020 tepatnya jumat wage dengan disiplin ketat prokes masa pandemi, dibukalah pasar hewan tersebut.

“Tapi sebelum pasar dibuka, ada musyawarah yang dihadiri oleh Pemdes, RT, RW, Tomas komplit, disetujui dan dibuka,”katanya.

Masih menurut Subakir Namun ada yang aneh, kita sebagai pengelola pasar dimasukkan ruang khusus setelah rapat terbuka yang dihadiri para tokoh masyarakat.

Didalam rapat isinya penekanan dari pihak kades yang tujuannya bentuk merugikan dan perlakuan kesewenang wenangan,” keluhnya.

Dan disitulah saya dan teman teman dipaksa menerima tawaran yang tujuannya menyimpang, otomatis saya sebagai kepala pasar menolak jika diajak menyimpang.

“Dengan diskusi yang alot, pemdes berencana ingin memaksulkan SK yang saya terima dengan masa jabatan 2 tahun tersebut tidak berlaku, dengan dalih karena SK tersebut diterbitkan oleh kades yang lama, bukan dari kades yang baru, sehingga SK saya dianggap tidak berlaku,” Tambah Subakir.

Baca juga  Laka di Balen, Tiga Pengendara Alami Luka- Luka

Sambungnya, Begitu Pemdes argumentasi secara aturan dan hukum, maka saya diberi kesempatan bertugas dipasar sapi tersebut, namun penuh dengan tekanan, teror, dan sebagainya, sehingga saya bertugas disitu dengan tidak nyaman.

Setelah kejadian Berjalan 6 bulan ini, mungkin diduga Kades merasa bahwa saya kok tetap saja masih kuat dan bertahan, lantas selanjutnya diduga kades melakukan tindakan kesewenang-wenangan lagi, yaitu dengan cara menerbitkan SK tandingan, alhasil dualisme SK, dan menimbulkan keresahan rakyat kecil.”Tutur Subakir.

“Saya menduga ada upaya adu domba yang dilakukan oleh pihak kades kepada sesama rakyat, sebagai bentuk upaya menghilangkan penghasilan rakyat kecil dimasa pandemi,” tambahnya.

Ada indikasi mengatas namakan rakyat dan sengaja di benturkan , yang nantinya kalau sama sama berani maka diduga akan dapat menimbulkan perselisihan, dan berujung dengan pertikaian yang berkepanjangan, karena dipasar tersebut terdapat para penjual alat alat pertukangan dan pertanian, seperti palu, linggis, clurit, pedang sembelihan, sabit, bendo, dan lain lain .

“Yang saya hawatirkan perselisihan 2 kubu tersebut tidak bisa dihindarkan , Demikian keterangan kami selaku pengelola pasar,” Pungkas Subakir kepada awak media melalui sambungan whatsapp-nya , Pada (20/1/2021).

Menanggapi perihal tersebut Mursam Kepala Desa Banjarjo saat dikonfirmasi melalui sambunngan WA pribadinya belum juga ada jawaban . (Red).

*Foto- SK Pengurus Pasar Banjarjo Lama

COMMENTS

Pasang-Iklan | Pedoman Media Cyber | Redaksi | Tentang