Jalan Poros Penghubung Desa di Wilayah Padangan Kondisinya Rusak Parah

Jalan Poros Penghubung Desa di Wilayah Padangan Kondisinya Rusak Parah

Bojonegoro- Gencarnya pembangunan infrastruktur menjadi prioritas Kabupaten Bojonegoro, meski ditengah pandemi covid – 19, tidak menghambat laju pembangunan daerah, sehingga mempermudah akses bagi warga masyarakat bojonegoro.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2021 ini kembali menggelontorkan Bantuan Keuangan Desa kepada 252 desa, sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan desa.

Berbeda halnya dengan Jalan Poros Desa penghubung Desa Sonorejo dan Desa Donan, tepatnya jalan tersebut masih masuk wilayah Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.

Pasalnya mulai beberapa puluh tahun yang lalu hingga sekarang tahun 2021 masih belum tersentuh pembangunan dari Pemerintah Daerah maupun dari Pusat.

Tampak dari pantauan awak media di Lapangan, bahwa kondisi Jalan Poros Desa tersebut saat ini sangat hancur dan rusak parah, pada Sabtu (23/01/2021).

Darmaji, Kades Donan menjelaskan bahwa memang Jalan Poros Desa yang rusak tersebut adalah masih ikut wilayah Desa Sonorejo, namun yang setiap hari melintasi akses jalan tersebut adalah warga Desa Donan.

Baca juga  Tim Pengisian Perades Soko Temayang Hari Ini Gelar Ujian Tes Tulis

“Saya ini serba repot, yaitu terkait pembangunan Jalan Poros Desa yang rusak tersebut, kalau saya mau bertindak menggunakan APBDes jelas tidak mungkin karena jalan rusak tersebut bukan wilayah saya, dan jika dipaksakan dibangun menggunakan APBDes maka hal itu bertentangan dengan hukum”, tegas Kades Donan.

Darmaji juga menjelaskan bahwa Jalan Poros Desa yang rusak tersebut semenjak 36 tahun yang lalu saat kakek buyutnya mejadi lurah, hingga sekarang ini jalan tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.

“Sementara ini untuk mengantisipasi agar akses jalan tersebut dapat dilalui warga, maka saya menghimbau kepada para pengusaha ternak ayam di Desa Donan, agar mereka berkenan memberikan bantuan material (pedel) untuk meminimalisir adanya lubang – lubang dan genangan – genangan air hujan pada permukaan Jalan Poros Desa yang hancur tersebut”, tambah Kades Donan, pada Sabtu (23/01/2021).

Darmaji juga menuturkan bahwa sebenarnya dirinya sudah pernah mengajukan proposal kepada pihak Pemkab terkait pembangunan Jalan Poros Desa yang rusak tersebut, namun hingga saat ini masih belum ada realisasi dari pihak Pemkab, pungkas Darmaji.

Secara terpisah, awak media menjumpai Sutrisno, salah seorang warga Dusun Donan, Desa Donan sebagai seorang petani yang setiap hari melintasi jalan tersebut, dia mengeluhkan bahwa kenapa jalan sampai rusak dan hancur kayak gitu kog tidak diurusi, bahkan jalan tersebut sering memakan korban pengguna jalan tergelincir dan jatuh, Sutrisno berharap agar pemerintah segera membangun atau memperbaiki jalan rusak tersebut.

“Lha iyo, dalan sampek rusak parah koyok ngene kog gak diurusi iki piye (Jawa red) Lha iya, jalan sampai rusak parah kayak gini kog gak diurusi ini gimana”, keluh Sutrisno.

Begitu pula saat awak media menemui Sardi, warga Desa Donan, yaitu salah seorang kakek yang setiap hari pulang pergi ke sawah, terpaksa kakek tersebut menuntun kendaraannya saat melintasi lubangan dan genangan air sepanjang jalan tersebut lantaran takut terjatuh.

Baca juga  Pemdes Pragelan,Gondang Berharap Ada Perhatian Dari Pemkab Bojonegoro

Berbeda dengan Sundoko, Kades Sonorejo yang telah berhasil dikonfirmasi oleh awak media melalui whatsapp-nya, Sundoko Pada (23/1/2021), dengan singkat menjawab bahwa terkait Jalan Poros Desa yang rusak masih ikut wilayah Desa Sonorejo tersebut, sudah diajukan BKD.

Hingga berita ini ditayangkan kondisi Jalan Poros Desa penghubung Desa Sonorejo (Kecamatan Padangan) menuju ke Desa Donan (Kecamtan Purwosari), masih dalam kondisi hancur dan rusak parah. (An/red).

COMMENTS

Pasang-Iklan | Pedoman Media Cyber | Redaksi | Tentang