Nekad Ngamar Pada Bulan Puasa , Dua Pasangan Bukan Suami Istri Digelandang Satpol PP Bojonegoro

Bojonegoro- Nekad berduan didalam kamar kost pada Bulan Ramadhan, Pasangan muda mudi ini digelandang Satpol PP Bojonegoro, Pada Senin (19/4/2021).

Dijeaskan oleh Kabid Tibum Tranmas Beny Subiakto, S.STP. MM yang memimpin razia di beberapa titik lokasi, Kos di wilayah Bojonegoro, kegiatan ini sebagai bentuk meminimalisir penyakit masyarakat (pekat).

“razia ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat melaksnaakan ibadah di Bulan Suci Ramadhan,” Ucap Beny.

Lebih lanjut Kabid Tibum Tranmas Beny Subiakto, S.STP. MM menjelaskan pihaknya (Satpol PP) menindak lanjuti Laporan dari warga masyarakat yang melihat adanya aktifitas tempat kos yang digunakan sebagai tempat (mesum) asusila oleh pasangan yang bukan suami istri, sehingga dalam hal ini, Kasatpol PP memerintahkan Kabid Tibum Tranmas bersama Kasi Opsdal beserta 1 regu patroli melaksanakan kegiatan Operasi diwilayah sesuai dengan Laporan Masyarakat.

“Kami mendapatkan laporan bahwa ada tempat kos di Jalan Untung Suropati, yang yang digunakan oleh pasangan bukan suami istri,”katanya.

Baca juga  Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur Diamankan Polres Bojonegoro

Lantas kami cek lokasi dan menggeledah satu persatu tempat kos tersebut dan mendapati ada dua kamar yang kondisi terkunci dari dalam.

“kita cek ternyata ada dua kamar dengan kondisi terkunci dari dalam , setelah kita ketuk beberapa kali sekira ± 5 menit baru dibuka,” Ujar Benny.

Masih menurut Benny, dari dalam 2 kamar tersebut berhasil di amankan 2 pasang yang bukan suami istri, identitas dari kedua pasangan tersebut yaitu WW (19)
Berstatus pelajar beralamat di Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro, Dengan Pasanganya KPA (17) yang juga masih Pelajar beralamatkan di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.

Kemudian pasangan lainnya yaitu RF (19) berstatus pelajar beralamatkan di Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro dengan Pasanganya AF (18) Perempuan berstatus SPG beralamat Kecamatan Dander.

“Selanjutnya Kedua Pasangan kita bawa ke Kantor Satpol PP untuk pembinaan. Serta membuat Surat Pernyataan, dan kita Panggilkan Kedua Orang Tuanya,” Pungkas Benny.(red).