H- 3 Pelaksanaan Ujian Perades, Baru 7 Desa Yang Mengirim Surat Resmi MoU Pada Kecamatan Kanor

Bojonegoro- H-3 pelaksanaan tes ujian perangkat desa secara serentak di wilayah Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, segera digelar dari 16 desa untuk 26 formasi jabatan perangkat desa, pada tanggal 10 /6/2021 mendatang.

Kegiatan ujian serentak ini akan di ikuti oleh 805 peserta di 4 lokasi dengan waktu yang sama yaitu di SMPN 1 Kanor, SMKN 1 Kanor, SDN Desa Tambahrejo, dan di MI Tambahrejo.

Dari 16 Desa dalam pembuatan naskah soal ujian ini akan mengandeng beberapa Perguruan Tinggi (PT) diantaranya, Desa Piyak, Desa Pilang, Desa Temu, dan Desa Samberan mengandeng pihak ke 3 dari Universitas Airlangga Surabaya. Keseluruhan dari 4 desa tersebut akan menggunakan sistem scanner dalam pengoreksian pada lembar jawaban dari peserta.

Sedangkan desa – desa ini rencana akan mengkoreksi degan cara sistim manual saat menggandeng pihak ke tiga yaitu, Desa Prigi, Simorejo, dan Desa Tambahrejo mengadeng pihak ke 3 pembuat naskah soal ujian yaitu dari Universitas Negeri Malang, Selanjutnya Desa Tejo dan Desa Semambung mengunkan pihak ke 3 dari Universitas Merdeka Malang. Desa Cangaan, Desa Simbatan, dan Desa Nglarangan menggunakan pihak ke 3 dari Universitas IAIN Tulungagung. Desa Kanor mengunakan Universitas Muhammadiyah Gresik. Desa Palembon menggunakan Universitas Muhammadiyah Malang, Desa Kabalan menggunakan Universitas Merdeka Madiun. Dan Desa Sarangan belum diketahui menggunakan pihak universitas apa karena pihak Kecamatan Kanor belum menerima laporan secara resmi.

Baca juga  Sebanyak 38 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bojonegoro Terima SK Pur na Tugas

Untuk 16 Desa yang sudah menggirim laporan resmi surat MoU dari pihak ke 3 sampai pada H-3 pelaksanan ujian serentak hanya baru 7 desa yaitu Desa Piyak, Samberan, Temu, Pilang, Kabalan, Palembon, dan Desa Simorejo dari total 16 yang melaksanakan pengisian Perades.

Masyarakat secara umum masih bertanya-tanya siapa pihak ke 3 pembuat naska ujian yang akan di lakasanakan kurang dari 3 hari ini karena dari data yang di himpun awak media ini masyarakat belum banyak yang tahu dan mendengar. Bahkan masyarakat menduga ada ketidak transparanan panitia karena pelaksanan kurang dengan hitungan 3 hari hanya 7 desa yang secara resmi yang melaporkan MoU antara panitia dengan universitas yang di gandengnya ke pihak Kecamatan.

Sekretaris Kecamatan Kanor, Riyono saat di temui awak media ini menyampaikan bahwa baru 7 desa yang sudah melaporkan secara resmi, Untuk lainya masih sebatas Informasi secara lisan ke Kecamatan Kanor.

“Baru 7 desa yang melaporkan secara resmi, yaitu Desa Simorejo, Piyak, Temu, Samberan, Pilang, Palembon dan Desa Samberan. Untuk yang lain saya hanya baru dengar tapi ada satu desa malah saya belum dengar, yaitu Desa Sarangan ” tutur Riyono, Pada (7/6/2021).

Disinggung soal kendala belum mengirim surat MoU sampai H-3, Riyono menjelaskan memang masih ada desa yang masih dalam pembenahan isi dari MoU yang dibuat kemarin, Dan kami sudah menghimbau ke 16 desa untuk hari ini melaporkan ke Kecamatan.(red).